Curhatan Seorang Kawan

“Seberapa besar kau mencintai dirimu sendiri?” “60%” “Kemana 40% nya?” “Dia ada di saat-saat tertentu. Ketika aku mengutuk diriku sendiri yang tak banyak bicara. Ada jeda panjang di tengah obrolan. Bukan. Bukan karena pemalu. Aku hanya, entah. Aku tak begitu suka banyak berkata. Lebih memilih diam dan mendengar. Aku benci aku yang seperti itu. Jika […]

Read More Curhatan Seorang Kawan

Akhir Cerita

“Berapa lama?” “Setengah tahun.” “Lalu?” “Aku sudah mengakhirinya kemarin malam. Aku masih mencintaimu.” “Maksudku, lalu mengapa baru sekarang?” “… maaf.” Ada jeda panjang di tengah obrolan kala senja itu. Pedihku merembes tak terkira. Hubungan yang selama ini kukira sempurna, dibunuh atas pengakuanmu. Kasihku tulus meski banyak selisih antara kita. Ikhlas yang kuperjuangkan, rupanya dibagi atas […]

Read More Akhir Cerita

Memendam selamanya? Ya

Menghitung detik, sampai mata tak nampak lagi memandang. Sebelum waktu mengejar rindu, izinkan aku berkata sebongkah bait. Tentang sesuatu yang malu-malu bersembunyi di balik lubuk. Ia memerah saat kau bertingkah manis sekaligus tak waras. Tentang mimpi-mimpiku yang kau singgahi tiap malam tuk sekadar berucap sepintas. Tentang kau yang merenggut angan tiap detiknya. Hingga akhirnya aku […]

Read More Memendam selamanya? Ya

Leaknya Emak-Emak

Kemarin aku baru aja pulang dari widyawisata ke Bali, ehee. Telat banget sih ya, padahal sekolah lain udah dari berbulan-bulan yang lalu. Harusnya libur buat UNBK malah diisi sama widyawisata, alhasil jatah liburku sebenernya kepotong, hiks. Di sini aku gak akan bercerita tentang kegiatanku selama di Bali, alasannya karena aku lupa enggak nulis jurnal atau […]

Read More Leaknya Emak-Emak

Nilai jelek, lagi

“Aku gagal.” “Nilaimu di bawah KKM lagi?” “Iya.” “Mata pelajaran apa?” Aku terdiam. Tak mungkin kan aku jawab “Mapel jadi orang baik.” Raportku masih kusimpan. Aku terlalu malu menunjukkan ke orang lain. Apalagi sampai minta tanda tangan orang tua! Raportku banyak yang ditulis dengan tinta merah. Entah bisa diremed atau tidak. Aku hanya meringis, “Biasa, […]

Read More Nilai jelek, lagi

Hijab, sekadar kain?

Pernah dengar tentang wanita-wanita di Iran mengkampanyekan tentang #nohijabday dan terang-terangan menentang aturan pemerintah tentang kewajiban penggunaan hijab? Mereka menuntut hak wanita untuk bebas memilih pakaian dengan dalil feminism. Oke, di sini bukan feminism yang akan aku bahas. Tapi kalau ditanya, gimana sih pendapat ku tentang wanita-wanita Iran ini, yang mereka melepas hijab di tempat […]

Read More Hijab, sekadar kain?

Payah

Jika kutuliskan satu nostalgia, sebongkah buku pun tak mampu berkisah bahkan hingga klimaksnya sekalipun. Ku tuturkan dalam sinema drama, yang ada slotku membunuh jutaan mata. Selagi ku ingin melantas cerita, rasanya terlalu sulit. Bahkan aku tak tau kata atau frasa apa untuk paragraf pertama. Aku juga tak tau harus menggunakan pronomina mana. Aku tak tau […]

Read More Payah