Semoga sekarang ia baik-baik saja

“Aku lebih suka jus tomat dari pada minum kopi.”
“Serius? Ku kira semua penyair pecandu kopi.”
“Haha kalau aku lebih candu diksi.”

Pukul 15 lewat 8.
Sepasang manusia masih berdialog untuk sekedar basa-basi. Aku ingat betul sampai ke detail kecilnya. Aroma woody parfum khas pria, jaket bomber, kaos hitam dengan rupa musisi di tengahnya. Sayangnya, rambutnya agak kusut, ku rasa dia menyisirnya dengan terburu. Jarinya sesekali bermain, seakan menekan tuts-tuts piano. Entah lagu apa yang ia putar dalam imaji.

Pukul 15 lewat 36
Dia bercerita, semalam kucingnya mati karena usia. Apa kamu menangis? Tidak, ia bilang. Walau aku tau mimiknya mengkerut, ada rasa duka dari kedua bola matanya. Aku ingat pula, jus tomat di depanku sudah tinggal separuh. Sedangkan lychee tea nya masih utuh belum tersentuh. Musik milik Glenn Miller teralun merdu. Beberapa anak muda baru masuk sembari tertawa, salah satunya ada yang terbahak mau mati rasanya.

Pukul 16 lewat 13
Dari balik jendela langit masih benderang, manusia bersaut-sautan menyala. Namun raut pria di depanku tergambar kosong, ada suatu keraguan dari bentuk bibirnya. Aku hanya terdiam, sengaja membiarkannya lepas pada lamunan. Sesungguhnya aku tau. Tau persis inti cerita yang akan dia sampaikan. Aku memilih diam, menunggunya bangun untuk segera bertutur dan berkisah pada bagian klimaksnya.

Pukul 17 tepat
“Aku pergi dulu.”
“Ya, hati-hati. Jaga dirimu.”
Seorang lelaki pergi meninggalkan sekeping rasa. Aku ingat persis, punggungnya yang lebar mulai menjauh dan semakin jauh. Ia tak menengok sekalipun ke belakang. Ada sesuatu yang menyergap dadaku, ada pula sesuatu yang mengalir di pipiku. Cukup situ detail yang bisa aku ingat. Selebihnya aku tak mampu untuk mengenang.

Mungkin kini dia telah berganti aroma patchouli dan tak lagi memberi makan pada kucing liar. Mungkin kini ia menjadi manusia paling bahagia di bumi. Dan mungkin pula ia sudah lupa semua tentang detail 18 Juli tahun lalu. Terakhir kita bertemu, semua masih baik-baik saja. Hingga akhirnya aku remuk sejadi-jadinya pada pukul 17 tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s