Akhir Cerita

“Berapa lama?”
“Setengah tahun.”

“Lalu?”
“Aku sudah mengakhirinya kemarin malam. Aku masih mencintaimu.”

“Maksudku, lalu mengapa baru sekarang?”
“… maaf.”

Ada jeda panjang di tengah obrolan kala senja itu. Pedihku merembes tak terkira. Hubungan yang selama ini kukira sempurna, dibunuh atas pengakuanmu. Kasihku tulus meski banyak selisih antara kita. Ikhlas yang kuperjuangkan, rupanya dibagi atas dua. Layaknya, memang selama ini hanya aku yang terlalu mencinta.

“Sudahi saja.”

Tak tertahan, aku sakit keterlaluan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s