Pergumulan Lalu

Terkenang secara gamblang
Dentuman pistol berkoar di setelusur jalanan
Rudal menembus dirgantara, memaki gubuk serta perkampungan
Ratapan, memelas, goncangan hebat para wanita
Sempoyongan menambak kegentaran
Para manusia bermandikan darah, terhampar bebas di bentala
Satu persatu roboh
Satu persatu mati

Murka jelas masih mencengkeram nadiku
Tak pernah lagi kutemu anak-biniku
Setelah diseret kabur para iblis berkostum serdadu
Rasa yang tak kunjung lipur dari batinku, jiwa-jiwa berkobar di kisaran kala itu
Buas, dengan sesak akan asa
“Merdeka, merdeka!”
Sekadar itu, cukup itu
Hanya modal nyali, demi lepas dari belenggu para penawan
Tak apa berjudi pada sukma
Untuk negeri kami terkasih

Lebih dari separo abad lalu
Cerita tinggalah cerita
Kini aku tak lebih dari si reyot nan miris
Menanti maut menggerogot yuswa
Aku siap, kapanpun sang Izrail memelukku
Namun tak pernah siap juga sudi aku
Jiwa masa lampau tak terhembus lagi di kerongkong Nusantara
Aku tak takut membaham tanah
Takutku cuma satu, negeriku diludahi iblis bangsa sendiri!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s