Jangan salahkan kalau aku berucap genit layaknya ini. Salah siapa rupamu teramat rupawan. Ada segaris kirana dari sorot tatapan. Ada sesimpul senyum yang rindangnya sungguh aduhai. Di celah kedua mataku, para idola layar kaca pun bersembunyi malu menatapmu.

Jangan salahkan kalau aku berlaku genit layaknya ini. Curi-curi pandang saat kau tak sengaja lewat di depan kelasku. Salah siapa jadi tipe idealku. Terlihat dingin tata lakunya. Tak banyak cakap di lingkaran hura-hura. Namun rajin kutengok kamu sering sembahyang di masa orang beristirahat pada penatnya.

Jangan salahkan kalau aku genit memujamu di depan kawan-kawanku. Dengan semangat menggebu memamerkan tadi tak sengaja berpapasan denganmu. Salah siapa kamu sering ada di ruang-ruang tak terduga. Kalau-kalau itu tanda jodoh, aku siap meng-aamiin-i.

Jangan salahkan kalau tiba-tiba saja kamu diracuni. Salah siapa tak pernah menyadari genitku yang kepalang begini. Hampir gila padahal aku. Ah, aku hanya bercanda. Berani berkenalan pun tidak, apalagi membuat mati anak orang.
.
.
Lucunya, aku geli menuliskan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s