Ikhlas; melepas

Aku tak pernah mengutuk mu,
Yang semalam tiba-tiba pergi
Di tengah berucap panjang kita,
Tentang rambangku pada kasihmu

Tak pernah pula doa keramaku,
Untuk mu yang tak kembali
Walau hanya selincam kita mengadu,
Tak pernah sekalipun mengabit mu pergi

Terimakasih,
Meski akhirnya khitahku lebur di pundakmu
Mirih melauti mata ku
Cerita asmara iram dideru pilu
Kemudian menguti lembar asa

Terimakasih,
Semoga kau kini bahagia
Semoga berakhir dalam dikara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s