Netizen Nowadays~

Akhir-akhir ini aku ngerasa kalau semua sosmed toxic sekali. Enggak di line enggak di twitter, semua sama aja. Yang diributin ya itu-itu melulu. Yang dibahas ya yang begituan mulu.

Pernah kan ya aku baca salah satu post OA Dr*ftsms yang isinya, sender tanya adakah perempuan yg mau dipekerjakan buat anter jemput dia dengan alasan dia gak bisa naik motor dan dia mau menjaga diri dari ojol yang bukan makhramnya.

Komentarnya beragam, ada yg memuji niatan baik dia tapi gak dikit pula yang komentar semacam ini:
“Alay banget mbak”
“Yaelah paling cuma boncengan sama cowo, dikiranya semua cowo bakal ngapa2in lu apa”
“Ribet banget dah hidupmu mbak”

Heran aja sih, masih ada yang komentar negatif semacam itu. Seolah-olah yang dilakuin sender itu salah, menjaga makhram itu kuno dan alay. Padahal sender berusaha mematuhi aturan agama. Dan ya apakah yang menghujat paham betul sama aturan itu. Nah lho.

Kalau dilihat dari ava yang komentar seperti itu, malah kebanyakan adalah mereka yang terlihat borjuis dan high class. Dilihat dari home mereka juga kelihatan kalau postingannya cerdas-cerdas. Wah orang hebat nih!

Nggak cuma sekali dua kali aku nemu begituan. Banyak buanget postingan/tweet orang yang meragukan Tuhan dengan cara memandang rendah dalil-dalil agama. Biasanya dibalut dengan kata logika, sains, kebebasan, pengetahuan modern, dll. Seakan-akan ilmu dunia mereka yang paling bener. Banyak juga nih aku nemu netizen yang menghujat orang yang punya niat baik dalam agama. Kesannya “apaansih.” Lucunya si penghujat punya agama yang sama dengan yang dihujat. Hmmm.

Aku menulis ini untuk berkeluh kesah, cringe rasanya kalau liat sosmed. Jujur, eneg. Kalau dibilang aku triggered. Yap, memang begitu.

“People just too sensitive these days” atau “Ukhti baperan amat sih”

Stop calling people “sensitive” after disrespecting them

Bukan tingkat keimanan mereka yang aku permasalahkan. Aku gak berhak buat mengadili bagaimana kepercayaan orang lain. Tapi yang bikin gemes adalah mereka-mereka yang berkoar, merasa paling benar. Padahal ya apakah dengan lupa Tuhan lantas membuat mereka terlihat keren dan bisa dibanggakan?

Ah aku nulis begini juga bukan untuk merasa lebih pol dalam agama dibanding yang lain. Malah aku ngerasa masih sangat teramat kurang. Cuma greget aja sama netizen yang jarinya bisa seenaknya jidat ngehujat Tuhan. Kalau dibilang, manusia makin sombong!

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”
➖Al-Isra:85

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s